HUBUNGAN KEPATUHAN MENJALANKAN DIIT DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE 2
Main Article Content
Abstract
Kepatuhan pasien dalam menjalankan diit diabetes mellitus type 2 merupakan salah satu bentuk sikap sebagai akibat adanya interaksi dengan lingkungan baik dari lingkungan di klinik maupun dengan lingkungan keluarga yang disertai dengan tindakan mematuhi apa yang sudah menjadi ketentuan. Dalam hal ini tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan status nutrisi berperan sangat penting untuk mematuhi diit diabetes mellitus type 2. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian ini menggunakan analitik korelasi pada pasien diabetes mellitus type 2 di Klinik Rumah Sehat, sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 44 responden yang memenuhi kriteria dengan menggunakan teknik random sampling. Data yang terkumpul dari kuisioner kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi variable tingkat kepatuhan dengan status nutrisi sebesar 0,01 dimana nilai tersebut <0,05 ini berarti bahwa ada hubungan antara kepatuhan dengan status nutrisi di klinik rumah sehat tenaru. Melihat hasil dari penelitian ini bahwa kepatuhan dengan kategori sedang dari pasien di klinik berperan penting terhadap menjalankan diit pada psien diabetes mellitus type 2 agar terhindar dari bahaya penyakit diabetes mellitus type 2
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan