PENGARUH PEMBERIAN DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten) Steenis) TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang : Cidera perineum merupakan salah satu penyebab peningkatan angka kematian ibu / MMR (Maternal Mortality Rate) di Indonesia. Hal ini dikarenakan masih rendahnya pengetahuan, kemampuan dan kesadaran masyarakat untuk mewaspadai setiap resiko pasca persalinan yang mungkin dialami ibu nifas. Masyarakat juga cenderung bergantung pada tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik. Namun keterbatasan tenaga kesehatan yang tersedia seringkali menjadi salah satu kendala keterbatasan akses kesehatan oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang memiliki potensi untuk digunakan dalam perawatan luka perineum adalah daun binahong. Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen. Peneliti menggunakan dua kelompok penelitian sebagai pembanding metode perawatan luka perineum. Penelitian ini dilakukan di BPM Nurhayatin Randu Jalak Desa Kecamatan Besuk. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum hari ke 1-7 dengan luka perineum derajat 2 sebanyak 28 ibu. Hasil : hasil uji statistik dengan menggunakan Fisher’s Exact Test, diperoleh hasil bahwa ada pengaruh signifikan pemberian daun binahong terhadap lama penyembuhan luka perineum (p : 0,001). Artinya daun binahong mempunyai efek yang lebih baik dalam lama penyembuhan luka perineum dibandingkan kelompok kontrol (betadin). Kesimpulan : pemanfaatan daun binahong untuk perawatan komplementer dalam percepatan penyembuhan luka perineum merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan keluarga dan mempercepat penurunan angka kematian ibu pada masa nifas. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan pemahaman dan kerjasama dari semua pihak