GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT DAN TINGKAT HIGIENITAS PADA PASIEN KULIT
Main Article Content
Abstract
Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang masih sangat dominan terjadi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia, disebabkan oleh jamur, kuman, parasit, virus maupun infeksi yang dapat menyerang siapa saja dari segala umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat dan tingkat higienitas pada pasien kulit pondok pesantren di Klinik BMC. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional yang dilakukan di Klinik BMC. Penelitian tentang penggunaan obat pada pasien kulit diambil dari data rekam medik pasien yang berasal dari pesantren dan tingkat higienitas diukur menggunakan kuesioner media google form. Sampel yang digunakan sebanyak 380 pasien. Hasil penelitian didapat persentase penggunaan obat penyakit kulit terbanyak untuk sediaan oral chlorpheniramine maleat dan methylprednisolon, sediaan topikal permethrin sebesar 18,16% dengan penyakit kulit terbanyak adalah skabies sebesar 37,91%. Dari penelitian tingkat higienitas dimensi kebersihan kulit, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan pakaian, kebersihan handuk, dan kerbersihan tempat tidur dan sprei memiliki kategori baik (76%-100%)
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan