KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN NYERI TENGKUK PADA PENDERITA HIPERTENSI
Main Article Content
Abstract
Nyeri tengkuk merupakan salah satu tanda dan gejala hipertensi yang sering muncul, tengkuk terasa nyeri dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri tengkuk pada penderita hipertensi adalah dengan memberikan kompres hangat rebusan jahe. Kompres hangat rebusan jahe merupakan terapi non-farmakologis yang diberikan pada penderita hipertensi yang mengalami nyeri tengkuk. Kompres hangat rebusan jahe memberikan efek farmakologis dengan menimbulkan rasa panas. Sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres hangat rebusan jahe terhadap nyeri tengkuk pada penderita hipertensi di Desa Karangrejo Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Desain penelitian ini menggunakan metode Pra-eksperimenl dengan pendekatan one group pre-post test design, sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 responden. Dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyeri tengkuk sebelum diberikan perlakuan terapi kompres hangat rebusan jahe rata-rata skala nyeri yaitu 3,39 dan rata-rata skala nyeri setelah diberikan perlakuan terapi kompres hangat rebusan jahe yaitu 1,75. Hasil analisa dari Uji Wilcoxon pada penelitian ini didapatkan pValue = 0,000 < α (0,05) hal ini berarti H0 ditolak H1 diterima, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian terapi kompres hangat terhadap nyeri tengkuk pada penderita hipertensi di Desa Karangrejo Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. Pemberian terapi ini dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi nyeri tengkuk pada penderita hipertensi. Terapi ini dapat dilakukan secara teratur dalam 7 hari berturut-turut selama 15-20 menit
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan