UJI AKTIVITAS ANALGETIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KITOLOD (ISOTOMA LONGIFLORA) DAN MINYAK CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) MENGGUNAKAN METODE GELIAT
Main Article Content
Abstract
Nyeri adalah mekanisme protektif apabila terjadi kerusakan jaringan. Secara empiris di masyarakat Ciamis menggunakan daun kitolod dan minyak cengkeh untuk menghilangkan nyeri, terutama akibat benturan baik pada kulit atau mata. Pada penelitian ini kelompok uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok kontrol positif diberikan asam mefenamat, kelompok kitolod dengan dosis 200 mg/KgBB dan minyak cengkeh 200 mg/KgBB diberikan dalam single dan kombinasi. Seluruh kelompok uji sesudah pemberian dosis uji di induksi asam asetat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas analgetik terhadap mencit dengan metode geliat. Hasil uji analgetik menunjukan bahwa seluruh kelompok uji memberikan kemampuan analgetik terhadap hewan uji yang di induksi dan terdapat perbedaan signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kitolod dan minyak cengkeh memiliki daya aktivitas analgetik, akan tetapi baik secara single dan kombinasi efektivitas kitolod memiliki kemampuan analgetik yang signifikan karena semakin sedikit geliat rata-rata yang dihasilkan, maka aktivitas analgetik semakin baik
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan