UJI AKTIVITAS ANALGETIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KITOLOD (ISOTOMA LONGIFLORA) DAN MINYAK CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) MENGGUNAKAN METODE GELIAT

Main Article Content

Nurhidayati Harun
Nia Kurniasih
Rina Nurmaulawati
Hilmi Nurul Aeni
Risa Silfia
Elisa Novianty

Abstract

Nyeri adalah mekanisme protektif apabila terjadi kerusakan jaringan. Secara empiris di masyarakat Ciamis menggunakan daun kitolod dan minyak cengkeh untuk menghilangkan nyeri, terutama akibat benturan baik pada kulit atau mata. Pada penelitian ini kelompok uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok kontrol positif diberikan asam mefenamat, kelompok kitolod dengan dosis 200 mg/KgBB dan minyak cengkeh 200 mg/KgBB diberikan dalam single dan kombinasi. Seluruh kelompok uji sesudah pemberian dosis uji di induksi asam asetat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas analgetik terhadap mencit dengan metode geliat. Hasil uji analgetik menunjukan bahwa seluruh kelompok uji memberikan kemampuan analgetik terhadap hewan uji yang di induksi dan terdapat perbedaan signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kitolod dan minyak cengkeh memiliki daya aktivitas analgetik, akan tetapi baik secara single dan kombinasi efektivitas kitolod memiliki kemampuan analgetik yang signifikan karena semakin sedikit geliat rata-rata yang dihasilkan, maka aktivitas analgetik semakin baik

Article Details

How to Cite
Harun, N., Kurniasih, N., Nurmaulawati, R., Aeni, H. N., Silfia, R., & Novianty, E. (2025). UJI AKTIVITAS ANALGETIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KITOLOD (ISOTOMA LONGIFLORA) DAN MINYAK CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) MENGGUNAKAN METODE GELIAT. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Kesehatan, 4(2), 57-69. https://doi.org/10.56586/pipk.v4i2.454
Section
Articles