HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU DAGUSIBU ANTIBIOTIK PADA PENGUNJUNG APOTEK X
Main Article Content
Abstract
Antibiotik sebagai obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Program edukasi DAGUSIBU yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam rangka Gerakan Rumah Sadar Obat (GKSO) untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap masyarakat dalam pengelolaan obat dengan tepat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku DAGUSIBU serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU antibiotik pada pengunjung Apotek X. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan dari 175 responden (100%), sebanyak 92 responden (52,6%) memiliki pengetahuan baik, dan yang memiliki perilaku baik sebanyak 23 responden (13,1%), perilaku cukup sebanyak 69 responden (39,4%). Kemudian sebanyak 70 responden (40%) memiliki pengetahuan cukup, dimana dari 70 responden memiliki perilaku baik sebanyak 2 responden (1,1%), perilaku cukup sebanyak 68 responden (38,9%). Selanjutnya sebanyak 13 responden (7,4%) memiliki pengetahuan kurang, dengan perincian sebanyak 0 perilaku baik dan perilaku cukup sebanyak 13 responden (7,4%). Tingkat pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU antibiotik pada pengunjung Apotek X memiliki kategori baik 52,6% dan perilaku memiliki kategori cukup 85,7%. Hasil uji gamma nilai R sebesar 0,864 yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU antibiotik pada pengunjung apotek X dengan arah hubungan yang positif (+) atau searah.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan