GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DI PUSKESMAS KUNDI TAHUN 2024
Main Article Content
Abstract
Pengguna aktif KB hormonal Desa Kundi pada Tahun 2024 secara berurutan sebanyak 106 orang pengguna kontrasepsi oral, 237 orang pengguna kontrasepsi suntikan, dan 50 orang pengguna kontrasepsi implan. Selain itu didapatkan juga data dari Puskesmas Kundi pada pengguna kontrasepsi hormonal yaitu seringkali mengalami keluhan hipertensi. Mengetahui gambaran tekanan darah pada penggunaan kontrasepsi hormonal di Puskesmas Kundi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif observasional yaitu mengetahui gambaran tekanan darah pada pengguna kontrasepsi hormonal di Puskesmas Kundi Tahun 2024. Kelompok umur pengguna kontrasepsi hormonal yang terbanyak adalah kelompok umur 20-35 tahun sebanyak 39 responden (70,9%) sebanyak 16 responden (29,1%) kelompok umur >35 tahun, responden yang memiliki jumlah anak 1 dan 2 orang sebanyak 18 responden (32,7%), sebanyak 15 responden (27,3%) menggunakan kontrasepsi hormonal <2 tahun, 40 responden (72,7%) menggunakan kontrasepsi hormonal ≥2 tahun, sebanyak 49 responden (89,1%) tidak mengalami hipertensi, dan 6 responden (10,9%) mengalami hipertensi. Persentase tetinggi dari hasil distribusi kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Kundi sebanyak 49 responden (89,1%) tidak mengalami hipertensi membuktikan bahwa kontrasepsi tidak menyebabkan kenaikan tekanan darah pada pengguna kontrasepsi hormonal.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan