SKRINING FITOKIMIA DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS FLAVONOID DENGAN FASE GERAK N-HEKSAN: ETIL ASETAT PADA EKSTRAK ETANOL 70% BUAH RANTI HITAM
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder serta profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) flavonoid pada ekstrak etanol 70% buah ranti hitam (Solanum nigrum L). Buah ranti hitam dikenal memiliki berbagai manfaat farmakologis, seperti antibakteri, antikanker, dan antioksidan, yang diduga berasal dari kandungan senyawa bioaktifnya seperti flavonoid. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% selama tiga hari. Hasil rendemen ekstrak mencapai 31,4%, menunjukkan proses ekstraksi yang efisien. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, namun negatif terhadap steroid/triterpenoid. Analisis KLT menggunakan fase gerak n-heksan: etil asetat (8:12) menunjukkan adanya senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,54, mendekati nilai Rf quersetin sebagai pembanding sebesar 0,56. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak buah ranti hitam mengandung flavonoid yang serupa dengan quersetin. Penelitian ini mendukung potensi buah ranti hitam sebagai sumber senyawa antioksidan alami
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan