DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA SAAT MENGHADAPI UJIAN
Main Article Content
Abstract
Ujian merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan akademik mahasiswa yang sering menimbulkan tekanan psikologis. Banyak mahasiswa mengalami kecemasan akibat tuntutan nilai, ekspektasi keluarga, serta persaingan akademik. Dalam situasi ini, dukungan sosial menjadi faktor protektif yang dapat membantu mahasiswa mengelola kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa saat menghadapi ujian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, berfokus pada pengalaman subjektif mahasiswa dalam menerima dukungan sosial dan dampaknya terhadap kecemasan ujian. Subjek penelitian menggunakan 3 mahasiswa aktif yang pernah mengalami kecemasan menjelang ujian, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diterima mahasiswa, baik dari keluarga, teman sebaya, maupun dosen, berperan penting dalam menurunkan tingkat kecemasan. Dukungan tersebut meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan yang menumbuhkan rasa tenang, percaya diri, serta kesiapan menghadapi ujian. Semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh mahasiswa, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi sosial yang positif menjadi elemen penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa dan dapat dijadikan dasar bagi institusi pendidikan dalam merancang program pendampingan akademik yang lebih suportif.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan