PERBEDAAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH PADA IBU YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA
Main Article Content
Abstract
Kemampuan berbahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah karena menjadi dasar komunikasi, pemahaman, dan pembentukan pola pikir. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa adalah status pekerjaan ibu. Ibu yang bekerja dan tidak bekerja memiliki intensitas interaksi yang berbeda dengan anak, yang dapat memengaruhi stimulasi bahasa sejak dini. Penelitian ini menggunakan desain komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 36 anak prasekolah di TK Kartika IV-64 Mojosari diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan format DDST pada ranah bahasa. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden, sebagian besar anak dari ibu yang tidak bekerja berada dalam kategori kemampuan bahasa normal yaitu 22 siswa (61,1%), sedangkan anak dari ibu yang bekerja cenderung memiliki kemampuan bahasa dalam kategori suspek yaitu sebanyak 14 siswa (38,9%). Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan berbahasa yang cukup nyata antara kedua kelompok berdasarkan status pekerjaan ibu. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar ibu, baik yang bekerja maupun tidak bekerja, tetap memberikan waktu berkualitas dalam berinteraksi dan menstimulasi perkembangan bahasa anak. Diperlukan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar untuk memastikan bahwa setiap anak memperoleh stimulasi bahasa yang optimal demi mendukung tumbuh kembang yang seimbang
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan