https://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jbca/issue/feedJurnal Bhakti Civitas Akademika2026-07-26T06:54:17+00:00Eko Agus Cahyonoekoagusdianhusada@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Bhakti Civitas Akademika merupakan media publikasi ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika terutama dalam bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, farmasi, dan kesehatan masyarakat). Jurnal Bhakti Civitas Akademika terbit setiap 6 bulan sekali (bulan Januari dan bulan Juli). </p>https://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jbca/article/view/745EDUKASI PENINGKATAN GIZI PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA RESIKO STUNTING DI PUSKESMAS MEBUNG2026-07-26T04:07:02+00:00Maria Yulinda Rothinda Karbekamariakarbeka26@gmail.comPutri Eka Sejatiputieeka@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mebung. Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor kemiskinan atau akses pangan yang terbatas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh rendahnya literasi gizi ibu dalam memberikan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai upaya promotif melalui pendidikan kesehatan yang komprehensif, yang dilaksanakan dalam empat tahapan utama, yaitu persiapan yang meliputi koordinasi dengan tenaga kesehatan dan identifikasi sasaran, pelaksanaan edukasi dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab yang didukung oleh media leaflet bergambar tentang gizi seimbang dan cara pencegahan stunting, evaluasi melalui pengukuran tingkat pengetahuan pasca-kegiatan menggunakan kuesioner sederhana, dan tindak lanjut berupa pendampingan berkala oleh kader kesehatan setempat. Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang sangat memuaskan, di mana seluruh peserta yang berjumlah 30 orang (100%) berhasil mencapai tingkat pengetahuan dalam kategori baik, tanpa satupun yang berada pada kategori cukup atau kurang, yang mengindikasikan bahwa metode edukasi yang digunakan mampu meningkatkan pemahaman ibu secara signifikan mengenai pentingnya pemberian makan sesuai usia, variasi menu makanan bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan balita melalui penimbangan rutin dan pengukuran tinggi badan. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga berdampak pada perubahan perilaku ibu dalam memenuhi gizi keluarga, sehingga tercipta praktik pemberian makan yang lebih tepat dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif balita secara optimal serta berkontribusi nyata dalam percepatan penurunan angka stunting di masyarakat</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Bhakti Civitas Akademikahttps://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jbca/article/view/753PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI DETEKSI DINI DAN EDUKASI RISIKO ANEMIA MENJELANG PERSALINAN2026-07-26T04:57:58+00:00Senny Pratiwisennypratiwi1987@gmail.comPutri Eka Sejatiputriekasejati@gmail.com<p>Rendahnya kesadaran ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara terpadu serta kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah masih menjadi tantangan utama yang berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi komplikasi kehamilan dan meningkatnya risiko anemia menjelang persalinan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil melalui edukasi dan pendampingan pemeriksaan kehamilan terpadu di Klinik Afyka Pratama. Metode yang digunakan mencakup pendekatan promotif, preventif, partisipatif, dan pemberdayaan masyarakat, yang diwujudkan melalui serangkaian kegiatan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi cara konsumsi tablet tambah darah yang benar, konseling individual, serta pendampingan langsung kepada 30 ibu hamil selama masa intervensi. Evaluasi dampak kegiatan dilakukan menggunakan desain <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Berdasarkan hasil evaluasi, diketahui bahwa mayoritas peserta berada pada rentang usia 20–35 tahun (73,3%), berpendidikan terakhir SMA (46,7%), dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (60,0%). Sebelum edukasi diberikan, sebagian besar peserta masih memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang (43,3%), namun setelah intervensi terjadi peningkatan yang signifikan, di mana 76,7% peserta berada pada kategori pengetahuan baik, 23,3% pada kategori cukup, dan tidak ditemukan lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang. Temuan ini secara jelas menunjukkan bahwa intervensi edukasi dan pendampingan pemeriksaan kehamilan terpadu terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran deteksi dini komplikasi kehamilan, serta memperkuat komitmen ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal dan mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur, sehingga pada akhirnya berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan anemia menjelang persalinan</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Bhakti Civitas Akademikahttps://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jbca/article/view/761EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEKTOR PERTANIAN: UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PETANI DI DESA CIMAUNG2026-07-26T06:54:17+00:00Saparingga Dasti Putrisaparingga@ars.ac.idMery Taniamery@ars.ac.idNurul Iklimanurul@ars.ac.id<p>Sektor pertanian merupakan salah satu sektor kerja dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi, terutama pada pekerja informal yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan kerja, pelatihan K3, dan alat pelindung diri (APD). Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya kerja dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan kerja pada petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai identifikasi bahaya kerja, penggunaan APD, serta penerapan prinsip ergonomi sebagai upaya pencegahan PAK dan kecelakaan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Almubarokah, Desa Cimaung, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, menggunakan pendekatan edukasi berbasis komunitas melalui ceramah interaktif, diskusi partisipatif, demonstrasi penggunaan APD, edukasi ergonomi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup bahaya fisik, kimia, biologis, dan ergonomi di sektor pertanian, pencegahan pajanan pestisida, pencegahan penyakit akibat panas, serta teknik kerja yang aman. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman peserta mengenai identifikasi bahaya kerja meningkat dari 35% menjadi 85%, pengetahuan tentang fungsi dan pentingnya APD meningkat dari 40% menjadi 90%, sedangkan pemahaman mengenai prinsip ergonomi dan body mechanics meningkat dari 25% menjadi 75%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya perilaku kerja aman dan pencegahan risiko kesehatan di lingkungan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi K3 berbasis komunitas merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi K3 pada petani sektor informal. Penguatan program kesehatan kerja melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan kelompok tani, dan pengembangan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih aman dan berkelanjutan</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Bhakti Civitas Akademika