GAMBARAN FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUP NTB

Main Article Content

Musniati Musniati
Siti Zuraida Muhsinin
Pipi Puspitasari

Abstract

Fatigue merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pasien ESRD yang menjalani terapi hemodialisa (HD) yaitu sebanyak 60-97% dari total pasien yang menjalani HD.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fatigue pada pasien hemodialisa di RSUP NTB. Metode: menggunakan studi deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 167 dan sampel 33 responden. Pengambilan sampel menggunakan random sederhana. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala FFS. Hasil:penelitian in ididapatkan 79% mengalami fatigue dan 21% tidak mengalami fatigue. Faktor pendukung terjadinya fatigue dari umur 40 % lebih sering terjadi pada lansi aakhir (56-65 tahun), jenis kelamin sebanyak 67% terjadi pada laki-laki dan lama menjalani hemodilaisa 67% terjadi pada pasien yang menjalani HD kurangdari 12 bulan. Kesimpulan: fatigue akan memberikan dampak pada kelelahan fisik, mental dan fisiologi pasien, sehingga akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Saran: perawatan pada fatigue bersifat subjektif sehingga perlu pendekatan, terutama pelayanan kesehatan dengan melibatkan keluarga dalam pemberian edukasi dan konsultasi psikologis

Article Details

How to Cite
Musniati, M., Zuraida Muhsinin, S., & Puspitasari, P. (2020). GAMBARAN FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUP NTB. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 12(2), 5. Retrieved from https://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jkk/article/view/101
Section
Articles
Author Biographies

Musniati Musniati, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Siti Zuraida Muhsinin, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Pipi Puspitasari, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram