ANXIETY PADA MAHASISWA PENGGUNA TIKTOK YANG MELAKUKAN SELF DIAGNOSE DI STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini berfokus pada fenomena self-diagnosis, yaitu kecenderungan individu untuk mengidentifikasi dan menetapkan label gangguan kesehatan, khususnya kesehatan mental, berdasarkan pemahaman subjektif yang kerap diperoleh dari konten media sosial seperti TikTok. Di kalangan mahasiswa, paparan berlebihan terhadap informasi kesehatan yang belum terverifikasi melalui platform tersebut dapat memicu respons psikologis yang negatif, termasuk peningkatan kecemasan yang bersifat maladaptif dan sulit dikendalikan. Praktik self-diagnosis berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mental, seperti eskalasi kecemasan hingga mencapai tingkat klinis serta memunculkan gejala-gejala depresif. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kecemasan pada populasi mahasiswa pengguna TikTok yang terlibat dalam aktivitas self-diagnosis. Metodologi yang diterapkan melibatkan 82 mahasiswa pengguna TikTok sebagai sampel penelitian, dengan menggunakan skala kecemasan terstandar sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif untuk memetakan kondisi variabel. Temuan penelitian mengungkapkan perbedaan signifikan dalam tingkat kecemasan antara responden berdasarkan jenis kelamin, di mana mahasiswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi secara statistik dibandingkan mahasiswa laki-laki. Implikasi dari hasil ini menyoroti pentingnya pendekatan diferensial dalam penanganan kecemasan terkait self-diagnosis. Untuk pengembangan ke depan, kajian mendalam diperlukan dengan memperluas variabel dan indikator penelitian guna mengurai kompleksitas fenomena self-diagnosis secara lebih komprehensif, misalnya dengan mengeksplorasi faktor mediator seperti durasi penggunaan media sosial, tipe konten yang dikonsumsi, serta literasi kesehatan mental