PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS di TPMB WILDA SITINDAON

Main Article Content

Kristine Evitaloka
Putri Dewi Anggraini

Abstract

Permasalahan hipolaktasi atau produksi ASI yang kurang merupakan tantangan klinis yang sering dihadapi ibu nifas dan berpotensi menjadi faktor risiko kegagalan pemberian ASI eksklusif. Sebagai respons terhadap hal ini, pijat oksitosin muncul sebagai intervensi non-farmakologis yang menjanjikan, dengan mekanisme kerja berdasarkan prinsip fisiologis untuk merangsang milk ejection reflex melalui stimulasi pelepasan hormon oksitosin endogen. Penelitian ini dirancang secara kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest untuk menguji pengaruh spesifik intervensi tersebut. Sebanyak 30 ibu nifas di TPMB Wilda Sitindaon dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling dan menerima intervensi pijat oksitosin standar selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran objektif menggunakan kuesioner produksi ASI yang divalidasi menunjukkan peningkatan skor mean yang signifikan dari 9,17 pada pretest menjadi 13,37 pada posttest. Analisis statistik non-parametrik menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p = 0,012, yang secara tegas menolak hipotesis nol (H0) pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil ini memberikan bukti statistik yang kuat bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, sehingga hipotesis penelitian (H1) yang menyatakan adanya pengaruh pijat oksitosin dapat diterima. Temuan statistik yang signifikan tersebut mengindikasikan bahwa pijat oksitosin bukan hanya sekadar terapi pelengkap, tetapi merupakan intervensi yang efektif dalam konteks asuhan kebidanan di komunitas. Peningkatan skor produksi ASI yang melampaui titik tengah skala menuju kategori baik menggambarkan dampak klinis yang relevan. Konsistensi hasil ini didukung oleh literatur sebelumnya yang juga menunjukkan efektivitas stimulasi taktil dalam meningkatkan volume dan kemudahan aliran ASI. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis yang penting bagi praktik klinis bidan. Pijat oksitosin direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam protokol standar asuhan nifas, khususnya bagi ibu yang menunjukkan tanda-tanda awal hipolaktasi. Implementasinya memerlukan pelatihan teknis yang memadai bagi tenaga kesehatan untuk memastikan teknik pijat yang benar, serta edukasi yang komprehensif bagi ibu dan keluarga untuk mendukung pelaksanaan mandiri yang rutin. Dengan demikian, intervensi sederhana ini dapat dioptimalkan sebagai salah satu strategi berbasis bukti untuk mengatasi hambatan laktasi dini, memperkuat kepercayaan diri ibu, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan capaian program ASI eksklusif di tingkat komunitas

Article Details

How to Cite
Evitaloka, K., & Anggraini, P. D. (2026). PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS di TPMB WILDA SITINDAON. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 18(1), 52-66. https://doi.org/10.56586/jkk.v18i1.655
Section
Articles