PENANGANAN KEJADIAN ENURESIS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH MELALUI PENINGKATAN PERAN ORANG TUA
Main Article Content
Abstract
Enuresis atau mengompol merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat dialami oleh semua anak usia prasekolah. Enuresis terjadi karena ketidakmampuan anak untuk mengontrol pola berkemih mereka. Toilet training pada anak merupakan cara untuk melatih anak agar mampu mengontrol BAK dan BAB. Latihan buang air besar atau buang air kecil membutuhkan kematangan otot-otot pada daerah pembuangan kotoran (anus dan saluran kemih). Anak-anak harus dilatih menguasai otot-otot alat pembuangan pada waktu BAB dan BAK. Anak harus mampu mengenali dorongan untuk melepaskan atau menahan dan mampu mengomunikasikannya. Untuk melakukan hal ini diperlukan peran orang tua sebagai educator kepada anak serta memberikan dukungan mereka terhadap kemampuan anak untuk melakukan toilet training. Anak yang mampu melakukan toilet training memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam menangani enuresis dengan kejadian enuresis pada anak usia prasekolah (4-5 tahun) di PAUD Merpati – Gunung Gedangan Kota Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu anak usia prasekolah di PAUD Merpati – Gunung Gedangan Kota Mojokerto sebanyak 18 ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu anak usia prasekolah di PAUD Merpati – Gunung Gedangan Kota Mojokerto sebanyak 18 responden. Dari hasil uji korelasi spearman’s rho dengan probabilitas α (0,05) didapatkan nilai signifikasi (p value) sebesar 0,017 dengan koefisien korelasi sebesar 0,553. Karena nilai signifikasi (p value) yang didapatkan < α (0,05) maka hipotesis penelitian ini diterima yang berarti terdapat hubungan peran orang tua dalam menangani enuresis dengan kejadian enuresis pada anak usia prasekolah (4-5 tahun) di PAUD Merpati – Gunung Gedangan Kota Mojokerto