TRANSFER IPTEKS UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
Main Article Content
Abstract
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, dengan angka fatalitas yang tinggi. Lokasi sekolah yang berada di tepi jalan raya padat lalu lintas di Kabupaten Kediri meningkatkan risiko kejadian kecelakaan di lingkungan pendidikan, sementara pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pertolongan pertama masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa SMK Graha Husada Kediri dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan melalui pelatihan yang mencakup bantuan hidup dasar, pembebatan dan pembidaian, serta teknik transportasi korban. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kombinatif antara ceramah interaktif, simulasi, dan bermain peran (role play), dengan melibatkan 177 siswa kelas X sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana kategori pengetahuan kurang menurun drastis dari 93,2% (165 siswa) menjadi 41,8% (74 siswa), sementara kategori cukup meningkat dari 6,2% (11 siswa) menjadi 44,1% (78 siswa), dan kategori baik meningkat dari 0,6% (1 siswa) menjadi 14,1% (25 siswa). Analisis data menunjukkan bahwa metode simulasi dan role play efektif dalam mentransformasikan pemahaman siswa melalui mekanisme pembelajaran berbasis pengalaman langsung, meskipun masih terdapat 41,8% peserta yang berada pada kategori kurang yang mengindikasikan perlunya penguatan dan pengulangan materi secara berkala. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas siswa sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah, namun diperlukan program berkelanjutan dan keterlibatan aktif guru serta petugas kesehatan untuk mempertahankan dan menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh guna menciptakan budaya tanggap darurat yang berkesinambungan di lingkungan pendidikan