STUDI KORELASI PERILAKU CYBERBULLYING DENGAN TERJADINYA KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA

Main Article Content

Anik Supriani
Nanik Nur Rosyidah
Nur Chasanah

Abstract

Kecemasan sosial pada remaja akhir, sebagai salah satu gangguan kesehatan mental yang prevalen, diprediksi dipengaruhi secara signifikan oleh paparan terhadap perilaku agresif di ranah digital, khususnya cyberbullying. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kedua variabel tersebut pada populasi mahasiswa di STIKes Dian Husada Mojokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dari populasi sebanyak 37 mahasiswa, menghasilkan 34 responden yang memenuhi kriteria. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen terstandar, yakni kuesioner Cyberbullying Victimization untuk mengukur tingkat korbanisasi siber dan Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan sosial. Hasil deskripsi data menunjukkan bahwa separuh responden (50% atau 17 mahasiswa) mengalami tingkat cyberbullying yang tergolong rendah. Namun, mayoritas responden, yaitu 79,4% (27 mahasiswa), justru berada dalam kategori kecemasan sosial sedang, mengindikasikan potensi kontribusi faktor lain di luar cyberbullying atau adanya sensitivitas tinggi kelompok tersebut terhadap isyarat-isyarat sosial. Analisis inferensial menggunakan uji korelasi Spearman rho membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara cyberbullying dan kecemasan sosial pada kelompok sampel. Temuan ini ditunjukkan oleh nilai p-value (Sig. 2-tailed) sebesar 0,035, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi alpha 0,05. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, menyatakan bahwa semakin tinggi paparan atau intensitas pengalaman sebagai korban cyberbullying, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan sosial yang dilaporkan oleh mahasiswa, atau sebaliknya. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan adanya intervensi kolaboratif yang sistematis. Institusi pendidikan diharapkan dapat membangun sinergi dengan tim layanan kesehatan atau profesional kesehatan mental untuk mengembangkan program edukasi dan pencegahan yang komprehensif. Program tersebut perlu mencakup literasi digital tentang identifikasi, penanganan, dan pelaporan cyberbullying, serta psikoedukasi mengenai mekanisme koping untuk mengelola kecemasan sosial, sehingga dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih sehat dan mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa

Article Details

How to Cite
Supriani, A., Rosyidah, N. N., & Chasanah, N. (2026). STUDI KORELASI PERILAKU CYBERBULLYING DENGAN TERJADINYA KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 18(1), 16-32. https://doi.org/10.56586/jkk.v18i1.657
Section
Articles